Headlines News :
Home » , , » Ternyata Kiamat Masih Jauh

Ternyata Kiamat Masih Jauh

Diposting oleh Admin penulisTOP.com pada Sabtu, 07 Februari 2015 | 20.18

Cerpen penulisTOP.com- Sejak kemarin, Pak Abdullah menemani anak-anak kelas VI untuk muraja'ah (mengulang-ulang) tahfidz juz 'amma. Kegiaatan ini direncanakan akan berlangsung selama dua minggu ke depan. Tujuannya adalah sebagai driil / pemantapan sebelum pelaksanaan munaqasah.

Tidak lama, hanya satu jam, pukul 06.30 sampai 07.30. Khusus awal-awal pertemuan ini, anak-anak diperbolehkan untuk membuka Al-Qur'annya, bahkan dianjurkan. Karena untuk pemantapan bacaan makhraj (tempat keluarnya huruf) dan tajwid. Dengan membuka Al-Qur'an, maka anak-anak diharapkan bisa membaca dengan tartil. Tetapi untuk minggu depan, anak-anak tidak diperkenankan membuka Al-Qur’an.

Sekali-kali Pak Abdullah meminta anak-anak untuk mengulang ayat yang sekiranya masih kurang tartil. Tepatnya surat Al-Insyirah ayat ke-2. Saat mereka membaca ayat itu, Pak Abdullah mengerutkan keningnya. Beliau merasa ada yang kurang pas.

"wawadha'naaaaa anka wizrak".

"Hemmm, ulangi!" pinta Beliau.

Anak-anak pun dengan suara lebih keras mengulangi bacaannya,

"wawadha'naaaaa anka wizrak."

"Lha...., Sudah tahu salahnya? Coba perhatikan tulisannya!"

Dengan seksama, anak-anak memperhatikan tulisan ayat ke-2 dari surat Al-Insyirah. Tampak wajah sebagian dari mereka yang tersenyum kecil, seolah mengerti akan letak kesalahannya. Ada juga yang masih mlongo, kebingungan.

"Dari lafadz, wawadha'na, suara (na) tidak boleh dipanjang-panjangkan, menjadi (naaaaa). Cukup (naa), panjangnya satu ayunan atau satu alif. Kenapa tidak boleh Pak? Karena dalam lafadz wawadha'naa, huruf nun berharokat fathah diikuti alif itu bacaan mad thobi'i. Pahamkan bacaan mad thobi'i?"

"Paham Pak." Jawab anak-anak serempak.

"Lha..., setelah lafadz wawadha'naa, kemudian dilanjutkan 'anka wizrak. Suara ('anka), itu dimulai dengan huruf (ain), suaranya ditekan ke tengah kerongkong, bukan huruf alif. Hayo hati-hati lo.... hehehe. Jadi egak perlu dipanjangkan seperti mad wajib mutasil."

“Coba perhatikan bacaan Bapak baik-baik,”

Dengan suara yang sangat merdu dibumbuhi lagu Nahawan, Pak Abdullah mencontohkan kepada mereka. Anak-anak menirukan dengan sempurna, “wawadha’naa ‘anka wizrak.”

*****
“Teet...teet...,” bel berbunyi. Menandakan pelajaran telah usai. Anak-anak siap-siap merapikan bangku dan memulai sikap khusyuk melantunkan doa senandung Al-Qur’an dilanjutkan dengan do’a penutup majlis.

Seperti biasanya, sebelum salam diucapkan sebagai penutup pelajaran, Pak Abdullah memberikan nasehat dan motivasi kepada mereka untuk tetap semangat membaca dan berpegang teguh kepada Al-Qur’an.

“Anak-anakkau yang Bapak sayangi, tetap semangat membaca Al-Qur’annya ya, jadikan Al-Qur’an sebagai hiasan hidup. Kita baca, kita amalkan. Wes... gak usah banyak-banyak, gak usah katah-katah, yang penting ikhlas dan istiqamah. Oke...!”

Sambil mengembangkan senyum, Pak Abdullah menutup pelajaran dengan mengucapkan salam. Anak-anak menjawab salam dengan serempak dan bergegas merapikan bangkunya masing-masing. Mereka bergantian bersalaman dengan Pak Abdullah, sebagai wujud ta’dzim seorang murid kepada gurunya.

Sembari bersalaman, Pak Abdullah bertanya kepada salah satu muridnya yang bernama Sinta,

“Rencananya jadi melanjutkan ke sekolah mana Sin...?”

“Aku gak nglanjutin di sekolah Pak, Aku mondok kok Pak.” Jawab Sinta dengan lugu penuh semangat.

“Aku mondok di Krian Pak, sama Vida, sama Putri dan Ara. Kalo pagi sekolah, terus pulangnya tidur di asrama. Betulkan Vid...? ” jawab Sinta dengan polos dihiasi senyum khasnya, Vida pun tersenyum mengangguk mengiyakan.

“Wah, hebat, semangat ya...,”

“ kalo Laila nglanjutin kemana?” Tanya Pak Abdullah kepada Laila murid kelas VI B.

“Saya mondok di Kedinding Pak, di Pondoknya Kiyai Asrafi.” Jawab Laila

“loh..., Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah, KH Ahmad Asrori Al-Ishaqi?”

“hehehehe iya pak benar, Kiyai Asrori, hehe salah sebut.”

Subhanallah, Alhamdulillah, ternyata kiamat masih jauh. Guman Pak Abdullah dalam hati.

===================
Judul : Ternyata Kiamat Masih Jauh
Penulis : Abdul Aziz Muhammad
Nama Fb : Abdul Aziz Muhammad
Blog : http://dholazez.blogspot.com/

Bagikan Tulisan ini :

0 komentar:

Silahkan Berkomentar

Apa yang kamu pikirkan tentang tulisan ini?

 
Support : www.adakabar.tv | LAZADA | Anda
Copyright © 2015. penulisTOP.com - All Rights Reserved
Publikasikan Karyamu Di Sini Langsung Kirim Tulisan Jutaan Orang Akan Membaca Karya Anda