Cerpen penulisTOP.com - Tiga pertanyaan simpel yang awalnnya tidak terpikirkan sama sekali. Siapa aku? Untuk apa aku hidup? Jika aku mengamati cara orang menyantap satu mangkok soto ayam. Satu mangkok katakanlah habis dalam waktu lima menit, pernahkah berfikir butuh waktu berapa lama untuk mendapatkan satu mangkok soto ayam? Rasanya tidak sepadan. Tidak semudah orang makan, tidak pula sekilat makannya. Dari tanaman kecil yang di rawat setiap harinya, diberi pupuk diberi obat anti hama masih menunggu berbulan-bulan untuk bisa panen. Ketika sudah panen di proses lagi menjadi beras, diolah lagi barulah menjadi nasi.
Menikmati sepotong ayam juga tidak jauh beda prosesnya dengan padi.. dari telur yang kemudian menjadi anak ayam dirawat, diberi makan sampai menjadi ayam besar yang siap untuk di sembelih, dibutuhkan seorang ahli untuk bisa mengolah ayam mentah tadi menjadi santapan yang enak.. Tidak seimbang dengan cara kita makan yang mungkin lima menit habis, kenyang sesaat tiga jam lagi pun terasa lapar. Kenapa Tuhan tidak menciptakannya dengan cepat dan mudah di dunia ini? Yang langsung jadi nasi, ayam yang sudah berbumbu tinggal makan tak perlu berlelah-lelah untuk mengolahnya. Hanya satu jawabannya “fa biayyi ala irobbikuma tukadziban” maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan.
Maka jika nasi itu tanpa berproses menjadi padi, dan semua tercipta dengan cepat dan mudah. Manusia yang kelagepan. Tidak siap, karena apa? Frekuensinya lambat, manusia itu tidak bisa bergerak dengan cepat, bayangkan jika semua itu tercipta dengan cepat dan sangat mudah percayalah justru kita tidak bisa mengimbanginya “Dan langit telah ditinggikanNya dan Dia ciptakan keseimbangan” (QS Ar- Rahman 7). Pertanyaan-pertanyaan di atas pula terjawab “dan di ciptakan manusia dan jin, tumbuh-tumbuhan untuk tunduk, beribadah kepadaNya”.
Seringkali mendengar kajian ustadz, bahwa tumbuhan pun ikut bertasbih kepadaNya. Jika dipikir secara logika, pernahkah matahari terlambat terbit? atau pernah kah kita menjumpai tumbuhan yang tetap diam meski ada angin? Ayam yang diam, mogok untuk berkokok? Semua telah diatur, bayangkan jika matahari terlambat terbit. Bayangkan jika pepohonan itu tetap diam meski di tempa angin? Itulah cara tumbuhan tunduk kepadaNya. Pohon yang menggerakkan daunnya setiap waktu, matahari terbit di pagi hari adapun tidak nampak bukan karena mogok, ngambek. Melainkan ada awan yang menutupi petanda hujan akan turun. Bulan yang muncul pada waktunya, ayam berkokok di pagi hari.
Semua sudah diatur sedemikian rupa, semua menjalankan tugasnya masing-masing. Itu tanaman, itu hewan yang di ciptakan tanpa akal. Kita sebagai manusia yang diberi akal sehat pun terkadang masih lalai dengan perintahNya. Jika kita mau merenungkan sejenak. Sebenarnya semua jenis tumbuhan, hewan itu diciptakan untuk manusia, tujuannya untuk mengimbangi.
Masih ingatkah pelajaran rantai makanan sewaktu sekolah dasarSiklus antara padi dimakan tikus, tikus dimakan ular, ular dimakan elang begitu seterusnya. Tujuannya untuk mengimbangi manusia. Bayangkan jika semua itu tidak ada, entah jadi apa bumi ini jika hanya di penuhi manusia saja. Kembali lagi ke ayat semula “fa biayyi ala irobbikuma tukadziban” “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan Dia menciptakan manusia . matahari dan bulan beredar menurut perhitungan, dan tumbuhan dan pepohonan, keduanya tunduk (kepadaNya)” (QS Ar-Rahman) Taman Bungkul, 1 Desember 2013
====================
Judul : Tuhan Kuasa-MU Itu Amazing
Penulis : Agustha Ningrum
Nama Fb : Agustha Ningrum




0 komentar:
Silahkan Berkomentar
Apa yang kamu pikirkan tentang tulisan ini?